PendidikanUmum

Gubernur Khofifah Ungkap Strategi Jatim Jadi Lumbung Pangan Nasional di Hadapan SESPIMTI Polri

386
×

Gubernur Khofifah Ungkap Strategi Jatim Jadi Lumbung Pangan Nasional di Hadapan SESPIMTI Polri

Share this article
Istimewa

LITERASIKU.IDSURABAYA, 15 April 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan strategi dan kunci keberhasilan Jawa Timur menjadi provinsi lumbung pangan nasional saat menerima kunjungan peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (SESPIMTI) Lemdiklat Kepolisian Negara Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Selasa (14/4).

Kunjungan dalam rangka Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) tersebut diikuti para perwira menengah hingga perwira tinggi Polri, sebagai bagian dari pembelajaran kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan berbasis praktik lapangan.

Dalam paparannya, Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan Jawa Timur tidak lepas dari sinergi lintas sektor, termasuk peran strategis TNI-Polri dalam mendukung program ketahanan pangan. Menurutnya, kolaborasi tersebut mencakup pemetaan luas tambah tanam hingga penguatan sistem irigasi tersier untuk menjangkau wilayah pertanian yang membutuhkan suplai air.

“Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci utama. Termasuk kontribusi TNI-Polri dalam memperkuat sektor ketahanan pangan melalui berbagai dukungan teknis di lapangan,” ujarnya.

Khofifah juga menyoroti posisi strategis Jawa Timur sebagai “Gerbang Baru Nusantara” yang menopang distribusi logistik nasional, khususnya ke kawasan Indonesia Timur. Ia menyebut, sekitar 80 persen kebutuhan logistik wilayah tersebut dipasok dari Jawa Timur.

Selain itu, Jawa Timur tercatat sebagai produsen padi dan beras terbesar nasional sejak 2020, serta menyumbang hampir 30 persen produksi jagung nasional. Capaian tersebut, kata Khofifah, merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang menjadikan provinsi ini sebagai ruang bertumbuh dan berinovasi.

Upaya diseminasi praktik terbaik juga dilakukan melalui program misi dagang antardaerah. Pemprov Jatim, lanjutnya, turut mendorong penguatan sektor peternakan guna mendukung target swasembada daging.

Salah satu penopangnya adalah keberadaan Balai Besar Inseminasi Buatan yang menjadi pusat pelatihan inseminasi dan pengawasan kebuntingan ternak. Program ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas sapi, termasuk sapi perah yang mampu menghasilkan hingga 50 liter susu per ekor per hari.

See also  Anggota Komisi A DPRD Jatim : Regulasi Game Online Mendesak untuk Cegah Distraksi dan Tingkatkan Kualitas Pendidikan

“Jika program ini berjalan optimal, Jawa Timur tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga membuka peluang sumber pendapatan baru bagi masyarakat,” katanya.

Tak hanya itu, Jawa Timur juga menyumbang sekitar 51–52 persen produksi gula nasional. Dengan dukungan kebijakan pemerintah pusat, provinsi ini dinilai memiliki potensi besar dalam mewujudkan swasembada gula nasional.

Di sektor sumber daya manusia, Khofifah menyebut capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur terus meningkat. Selama tujuh tahun berturut-turut, siswa SMA/SMK Jawa Timur tercatat sebagai yang terbanyak diterima di perguruan tinggi negeri tanpa tes.

Sementara itu, Ketua Rombongan PKDN SESPIMTI, Irjen Pol. Jawari, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mengimplementasikan kompetensi kepemimpinan yang telah diperoleh secara teoritis di lembaga pendidikan.

Menurutnya, Jawa Timur menjadi lokasi strategis untuk pembelajaran karena capaian kinerjanya yang menonjol, khususnya di sektor ketahanan pangan.

“Jawa Timur layak menjadi rujukan pembelajaran bagi calon pimpinan tinggi Polri, terutama dalam melihat implementasi kepemimpinan transformatif di lapangan,” ujarnya. (ISJ)