Ekonomi

BI Tahan Suku Bunga 4,75%, Risiko Inflasi Bisa Tembus 5%

330
×

BI Tahan Suku Bunga 4,75%, Risiko Inflasi Bisa Tembus 5%

Share this article

LITERASIKU.ID – JAKARTA, 21 April 2026 – Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% sepanjang tahun 2026, seiring meningkatnya tekanan inflasi akibat dinamika global yang belum mereda.

Sejumlah analis menilai kebijakan suku bunga yang cenderung ditahan merupakan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan inflasi. Ketidakpastian global, terutama akibat konflik di kawasan Timur Tengah, telah mendorong kenaikan harga energi dunia dan berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah.

Data terbaru menunjukkan inflasi Indonesia pada Maret 2026 berada di kisaran 3,48% secara tahunan. Angka ini sudah mendekati batas atas target inflasi yang ditetapkan Bank Indonesia, sehingga ruang untuk pelonggaran kebijakan moneter menjadi semakin terbatas.

“Dengan inflasi yang mulai mendekati batas atas, Bank Indonesia cenderung berhati-hati. Apalagi tekanan eksternal masih cukup tinggi,” ujar seorang ekonom.

Risiko inflasi ke depan juga dinilai masih terbuka lebar. Jika terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), inflasi berpotensi melonjak hingga menembus level 5%. Kondisi ini akan semakin menyulitkan bank sentral untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.

Selain faktor energi, tekanan inflasi juga dipengaruhi oleh volatilitas harga komoditas global serta ketidakstabilan geopolitik yang memengaruhi rantai pasok dan biaya logistik.

Dengan berbagai risiko tersebut, peluang penurunan suku bunga acuan pada 2026 dinilai semakin kecil. Bank Indonesia diperkirakan akan lebih fokus menjaga stabilitas makroekonomi, khususnya nilai tukar rupiah dan daya beli masyarakat.

Ke depan, arah kebijakan moneter masih akan sangat bergantung pada perkembangan inflasi global, harga energi, serta kondisi ekonomi domestik. Pemerintah dan otoritas moneter pun diharapkan terus memperkuat koordinasi guna menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global yang berlanjut. (TQX)

See also  Bitcoin Ambruk, Likuidasi Miliaran Dolar Menyapu Trader dalam Hitungan Jam