Ekonomi

Awal Pekan, Harga Emas Cenderung Datar di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

276
×

Awal Pekan, Harga Emas Cenderung Datar di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Share this article

LITERASIKU.ID – JAKARTA – Pergerakan harga emas pada Senin (29/6) cenderung stabil setelah mengalami koreksi dalam beberapa hari terakhir. Di awal pekan, pelaku pasar masih memilih bersikap hati-hati sambil menunggu perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat serta arah pergerakan dolar AS yang menjadi faktor utama penentu harga logam mulia.

Secara umum, harga emas bergerak dalam pola sideways atau mendatar. Kondisi tersebut menunjukkan belum adanya sentimen kuat yang mampu mendorong harga naik maupun turun secara signifikan.

Di pasar domestik, harga emas batangan Antam ukuran satu gram tercatat berada di kisaran Rp2,66 juta per gram, sedangkan harga pembelian kembali (buyback) berada di kisaran Rp2,37 juta per gram. Dibandingkan perdagangan sebelumnya, pergerakan harga relatif tidak mengalami perubahan berarti.

Sementara itu, harga emas yang dipasarkan melalui Pegadaian juga menunjukkan tren serupa. Harga emas Antam, UBS, maupun Galeri24 rata-rata masih bertahan di level perdagangan sebelumnya sehingga belum terjadi lonjakan ataupun penurunan tajam.

Analis menilai, stabilnya harga emas dipengaruhi oleh sikap investor yang masih menunggu kepastian arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Selama belum ada sinyal kuat mengenai penurunan suku bunga, harga emas diperkirakan akan bergerak dalam rentang yang terbatas.

Selain itu, penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat juga masih menjadi faktor yang menekan laju kenaikan harga emas. Ketika dolar menguat, harga emas umumnya menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain sehingga permintaan cenderung melambat.

Di sisi lain, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati sebagai safe haven atau aset lindung nilai, terutama ketika terjadi ketidakpastian ekonomi maupun gejolak geopolitik global. Hal tersebut membuat prospek emas dalam jangka panjang masih dinilai positif meski saat ini tengah mengalami fase konsolidasi.

See also  Tertinggi Nasional, 132.364 Perusahaan di Jawa Timur Terdaftar Peserta BPJS Ketenagakerjaan Gubernur Khofifah: Bukti Ketaatan dan Lingkungan Kerja Sehat

Pengamat pasar memperkirakan pergerakan harga emas dalam beberapa hari ke depan masih akan dipengaruhi oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat, perkembangan inflasi global, serta pernyataan pejabat The Fed mengenai arah suku bunga acuan.

Apabila bank sentral AS memberikan sinyal pelonggaran kebijakan moneter, harga emas berpotensi kembali menguat. Sebaliknya, jika dolar AS terus menguat dan suku bunga tetap tinggi, harga emas diperkirakan masih akan bergerak terbatas atau bahkan mengalami koreksi ringan.

Meski demikian, bagi investor jangka panjang, kondisi harga yang relatif stabil saat ini dinilai masih menjadi momentum yang baik untuk melakukan akumulasi secara bertahap sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio. (XBH)