EkonomiUmum

Gubernur Khofifah Dorong Industri Perikanan Jatim Naik Kelas, Lepas Ekspor 405 Ton Ikan Kaleng ke Mancanegara

337
×

Gubernur Khofifah Dorong Industri Perikanan Jatim Naik Kelas, Lepas Ekspor 405 Ton Ikan Kaleng ke Mancanegara

Share this article

LITERASIKU.IDBANYUWANGI, 6 JULI 2026 Gubernur Jawa Timur  Khofifah Indar Parawansa melepas ekspor sebanyak 405 ton produk ikan kaleng berupa sarden, makarel, dan tuna yang diproduksi PT. Pacific Harvest Indonesia, Banyuwangi, ke sejumlah negara. Pelepasan ekspor tersebut menjadi bukti semakin tingginya daya saing produk olahan perikanan Jawa Timur di pasar internasional sekaligus tingkat kepercayaan pasar global yang terus terjaga. Hal ini juga memperkuat hilirisasi industri yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat pesisir.

Pelepasan ekspor ditandai dengan prosesi pemecahan kendi sebagai simbol pemberangkatan 15 Full Container Load (FCL), masing-masing bermuatan sekitar 27 ton.

Dari total 15 kontainer tersebut, enam kontainer diekspor ke Tanzania, dua kontainer ke Uni Emirat Arab (United Arab Emirates/UAE), satu kontainer ke Albania, tiga kontainer ke Pelabuhan Dar es Salaam, Tanzania, masing-masing satu kontainer ke Beirut, Lebanon, dan Sihanoukville, Kamboja, serta dua kontainer lainnya sesuai tujuan ekspor perusahaan.

Gubernur Khofifah mengatakan, di tengah dinamika geopolitik global, kebutuhan terhadap produk pangan siap saji justru menunjukkan tren peningkatan. Kondisi tersebut membuka peluang yang semakin besar bagi industri pengolahan hasil perikanan Indonesia untuk memperluas pasar ekspor.

“Ternyata ketika berbagai negara mengalami konflik, kebutuhan ikan siap saji semakin tinggi. Tantangan itu justru menjadi peluang besar bagi Pacific Harvest Indonesia,” ujarnya.

“Kita berharap pasar ekspornya semakin luas, volumenya semakin besar, industrinya terus bertumbuh, dan manfaat ekonominya semakin dirasakan masyarakat Banyuwangi,” imbuh Gubernur Khofifah.

Pelepasan ekspor ini dilakukan segera setelah peresmian PT Sunrise Masami International. Dikatakan Gubernur Khofifah, hal ini menjadi bukti penguatan hilirisasi industri perikanan dan diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

See also  Jalan Kaki 666 Km Demi Damai, Bhikkhu Dunia Disambut Gubernur Jatim di Surabaya

“Alhamdulillah kita bersyukur, tadi kita meresmikan Sunrise Masami International yang bergerak di industri kaleng. Saya juga baru tahu ternyata banyak sekali produk yang kemasannya menggunakan kaleng dan kalengnya masih harus diimpor, termasuk yang digunakan Pacific Harvest ini,” tutur Gubernur Khofifah.

“Sekarang industri substitusi impor itu mulai beroperasi. Ini menjadi harapan baru dan berita baik bagi kita semua, karena setiap investasi pasti mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja,” terangnya.

Menurutnya, produksi kaleng di Banyuwangi akan memperbesar peluang ekspor sekaligus memperkuat perekonomian dan daya saing global. Terlebih dengan nilai tambah yang dilakukan lewat proses petik, olah, kemas, dan jual yang biasa digaungkan Gubernur Khofifah.

“Manfaat yang sangat signifikan adalah produk yang sebelumnya diimpor kini sudah diproduksi di Banyuwangi. Harapan kita produksinya terus meningkat sehingga kebutuhan industri lain yang selama ini masih mengimpor kaleng juga bisa dipenuhi dari sini,” ujarnya. (NQP)