BisnisPemerintahanUmum

Gubernur Khofifah Buka Surabaya Hospital Expo XX 2026, Dorong RS di Jatim Adaptif terhadap AI dan Teknologi Kesehatan

247
×

Gubernur Khofifah Buka Surabaya Hospital Expo XX 2026, Dorong RS di Jatim Adaptif terhadap AI dan Teknologi Kesehatan

Share this article
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka dan meninjau Surabaya Hospital Expo XX 2026 di Ballroom Grand City Surabaya, Selasa (19/5). Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mendorong rumah sakit di Jawa Timur adaptif terhadap perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan teknologi kesehatan modern guna meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan pasien.(Istimewa)

LITERASIKU.IDSURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka sekaligus meninjau pameran Surabaya Hospital Expo XX 2026 yang digelar di Ballroom Grand City Surabaya, Selasa (19/5). Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mendorong seluruh rumah sakit di Jawa Timur agar adaptif terhadap perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan teknologi kesehatan modern.

Didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Direktur RSUD Dr. Soetomo Prof. Dr. dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Sp.DVE (K), FINSDV, FAADV, serta Ketua PERSI Jatim dr. Bangun T. Purwaka, Sp.OG., Subsp.K.Fm., M.Kes., Khofifah meninjau langsung berbagai produk alat kesehatan, teknologi medis, hingga fasilitas layanan kesehatan yang dipamerkan oleh rumah sakit dan perusahaan kesehatan dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Tak hanya menghadirkan pameran alat kesehatan dan layanan kesehatan, Surabaya Hospital Expo XX 2026 juga diramaikan dengan seminar kesehatan serta layanan pemeriksaan kesehatan ringan gratis bagi masyarakat.

Dalam keterangannya, Khofifah mengaku kagum terhadap pesatnya perkembangan teknologi kedokteran saat ini. Karena itu, ia menilai rumah sakit di Jawa Timur harus mampu mengikuti perkembangan teknologi global, termasuk penerapan AI dalam layanan medis.

“Teknologi kedokteran yang ada di Jawa Timur harus sangat adaptif terhadap berbagai teknologi kedokteran di dunia termasuk di dalamnya AI,” kata Khofifah.

Menurutnya, hampir seluruh booth yang dipamerkan telah memanfaatkan teknologi berbasis AI. Hal tersebut menjadi penanda bahwa transformasi digital di bidang kesehatan terus berkembang dan harus direspons cepat oleh rumah sakit maupun tenaga kesehatan.

“Dari berbagai booth yang saya lihat, semuanya sudah dengan AI. Ini artinya teknologi kedokteran kita itu harus sangat adaptif dengan perkembangan berbagai teknologi termasuk AI,” imbuhnya.

See also  Gubernur Khofifah Optimistis Prestasi Siswa Meningkat Usai Revitalisasi 22 Sekolah

Khofifah menegaskan, rumah sakit saat ini tidak lagi hanya dituntut memberikan layanan kuratif, namun juga harus memperkuat layanan promotif, preventif, hingga rehabilitatif secara terintegrasi.

Selain itu, rumah sakit juga diharapkan semakin siap menghadapi perubahan regulasi, transformasi digital, sistem pembiayaan kesehatan, peningkatan mutu layanan, keselamatan pasien, hingga ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang cepat dan berkualitas.

“Saya rasa melalui raker dan pameran seperti ini akan memberikan penguatan pengayaan kepada para dokter maupun tim manajemen di rumah sakit terhadap update berbagai teknologi kedokteran temuan terbaru,” ujarnya.

Khofifah optimistis Surabaya Hospital Expo XX 2026 dapat menjadi referensi perkembangan teknologi kedokteran bukan hanya bagi rumah sakit di Jawa Timur, tetapi juga rumah sakit dari berbagai daerah di Indonesia.

“Mereka bisa datang ke sini dan kemudian bisa melihat bagaimana update teknologi kedokteran yang dipamerkan,” katanya.

Ia menjelaskan, Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam penguatan sistem pelayanan kesehatan nasional. Saat ini terdapat 448 rumah sakit di Jawa Timur, menjadikannya salah satu provinsi dengan kapasitas layanan kesehatan terbesar di Indonesia.

Menurut Khofifah, peningkatan jumlah rumah sakit harus diimbangi dengan kemajuan teknologi kedokteran demi menjaga kualitas layanan dan keselamatan pasien.

“Peningkatan jumlah rumah sakit seyogyanya juga sejalan dengan berbagai perkembangan teknologi kedokteran yang ada. Karena bagaimanapun keselamatan pasien tetap menjadi prioritas,” jelasnya.

Khofifah juga menyoroti pentingnya peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produk alat kesehatan yang dipamerkan.

“TKDN memang harus diiktiarkan supaya makin hari makin tinggi. Walau memang ada yang masih 100 persen harus diimpor,” ujarnya.

Ia berharap melalui pertemuan pelaku industri alat kesehatan dan rumah sakit dalam pameran ini dapat tercipta ekosistem kesehatan yang semakin kuat dan kompetitif.

See also  Terbongkar! SMBC Umumkan Teknologi yang Bisa Mengubah Masa Depan Bank di Indonesia!

“Layanan kesehatan kita harus semakin berkualitas, harus makin kompetitif. Serta harus memberikan keunggulan-keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif yang mana masing-masing rumah sakit bisa ber-fastabiqul khairat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PERSI Wilayah Jawa Timur dr. Bangun T. Purwaka mengatakan bahwa pameran ini menjadi sarana untuk menunjukkan perkembangan teknologi kedokteran, khususnya teknologi medis canggih yang sudah berkembang di Indonesia dan Jawa Timur.

“Jadi semakin lama semakin baik berkualitas dan tidak melupakan keamanan keselamatan,” ujarnya. (EJN)