Umum

Gubernur Khofifah Dampingi Destry Damayanti Mengajar di SMAN Taruna Nala, Tanamkan Semangat Inovasi dan Ketahanan Pangan

289
×

Gubernur Khofifah Dampingi Destry Damayanti Mengajar di SMAN Taruna Nala, Tanamkan Semangat Inovasi dan Ketahanan Pangan

Share this article

LITERASIKU.IDMALANG, 3 Agustus 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti menjadi narasumber utama dalam Forum Bank Indonesia Mengajar 2026 sekaligus Meninjau implementasi Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) di SMAN Taruna Nala Jawa Timur, Kota Malang, Jumat (31/7).
Gubernur Khofifah mendorong agar para siswa SMA dan generasi muda dapat beradaptasi dengan berbagai dinamika dan kemajuan zaman. Digitalisasi, perkembangan teknologi dan artificial intelligence menuntut generasi muda saat ini untuk beradaptasi dengan lebih agile, adaptif dan inovatif.
Sementara Gubernur Sementara BI Destry Damayanti menyampaikan “Anak-anak harus terus bertumbuh, tidak cukup hanya dengan mempelajari apa yang ada di depan mata tetapi harus terdorong untuk lebih agile, adaptif, dan inovatif agar siap bersaing dan mampu menghadapi tantangan yang lebih kompleks,” pesannya.
Ia juga menyampaikan bahwa menjadi bagian dari bonus demografi, generasi muda yang masuk dalam usia produktif harus mampu membentuk dan menyiapkan dirinya menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing dan berkarakter. Oleh sebab itu, Ia secara khusus meminta agar anak-anak muda generasi penerus bangsa memiliki habituasi yang erat kaitannya dengan innovasi.
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa “Anak-anak harus dibiasakan untuk dapat berinovasi, bagaimana bersikap dan mencari sebuah solusi dari permasalahan yang dihadapi, bisa dimulai dengan implementasi Program SIKAP di SMA Negeri Taruna Nala ini, berkompetisi untuk melakukan inovasi pemanfaatan lahan dan media tanam yang ada di sekolah,” jelasnya.
Orang nomor satu di Jatim ini menyampaikan bahwa jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 281,6 juta jiwa dengan usia produktif mencapai 190,9 juta jiwa menjadi salah satu potensi yang dimiliki oleh Indonesia. Oleh sebab itu, bonus demografi yang ada harus benar-benar bisa dimanfaatkan secara optimal.
“Potensi ini menjadikan generasi milenial dan gen z sebagi motor untuk mengadaptasi digitalisasi,” ucapnya.
Potensi besar ini, lanjutnya mampu membawa Indonesia menjadi negara maju. Namun di sisi lain berbagai tantangan harus dapat diatasi dan diantisipasi agar cita-cita tersebut dapat diwujudkan.
Tantangan-tantangan yang harus dihadapi hanya dapat dijawab dengan meningkatkan inovasi dan adaptasi teknologi. Berdasarkan Global Innovation Index 2024, Indonesia menduduki peringkat 54 dari 133 negara sementara Malaysia ada di posisi 33 dan Singapura ada di posisi 4.
“Posisi ini harus menjadi motivasi bersama agar semua memliki semangat yang sama untuk memacu ketertinggalan, anak-anak kita harus dibekali dan disiapkan untuk menjadi generasi emas 2045,” jelasnya.
Gubernur Khofifah mengatakan adanya Artificial Intelligence, digitalisasi dan teknologi membuat dunia berubah begitu cepat. Perubahan ini, lanjutnya, akan mengubah cara belajar, bekerja dan menjalani kehidupan.
“Anak-anak dan generasi muda harus ikut berubah, karena pada 2030 diprediksi 39 persen keterampilan utama di dunia kerja juga akan berubah” tegasnya.
Gubernur Khofifah menyampaikan salah satu point penting adalah mendorong para siswa memiliki habituasi inovasi. Dan ini sudah dimulai dari sekolah melalui implementasi program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP).
“Anak-anak dan seluruh warga sekolah didorong untuk dapat berinovasi sekaligus berupaya mewujudkan ketahanan pangan, bagaimana memanfaatkan lahan dan media tanam, akan terdorong melahirkan inovasi-inovasi untuk implementasi program SIKAP,” jelasnya.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan nasional tidak hanya dimulai dari lahan pertanian berskala besar, tetapi juga dapat dibangun dari lingkungan sekolah melalui pendidikan, pembiasaan, dan inovasi.
Di kesempatan ini Gubernur Khofifah bersama Kepala Sekolah SMA Negeri Taruna Nala mendampingi Pejabat Gubernur Sementara BI meninjau implementasi program SIKAP di SMA Negeri Taruna Nala Jatim Husnul Chotimah.
Saat meninjau lokasi implementasi SIKAP, Gubernur Khofifah melihat secara langsung berbagai inovasi yang dikembangkan sekolah, mulai dari budidaya cabai, terong, bunga kol, hingga tanaman padi yang ditanam menggunakan media galon bekas. Ia juga meninjau budidaya ikan lele yang dikembangkan pada media serupa.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah turut melakukan penanaman bibit pohon nangka di dalam pot, sedangkan Pjs. Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menanam bibit pohon mangga.
Khofifah pun mengatakan, Program SIKAP merupakan implementasi nyata dukungan dunia pendidikan terhadap program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Program ini juga menjadi media pembelajaran bagi peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap ketahanan pangan sekaligus membangun karakter mandiri dan produktif.
“Program SIKAP ini mengajarkan tidak hanya pendidik, dan tenaga kependidikan tetapi juga anak-anak untuk bisa membudidayakan tanaman pangan dan hewan ternak yang dimulai di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Khofifah berharap seluruh warga sekolah menjaga dan mengembangkan berbagai tanaman maupun budidaya yang telah dibangun sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan sekolah.
“Anak-anak ini harus semangat menjaga, memelihara agar semua bisa terus tumbuh subur dan bisa menghasilkan, bisa untuk suplai di internal sekolah,” ucapnya.
Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa Program SIKAP menjadi contoh bahwa penguatan ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan sekitar dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
“Ketahanan pangan tidak harus dilakukan pada lahan yang luas tetapi bisa dimulai dari lahan yang ada di sekitar, dan memanfaatkan media tanam yang ada,” katanya.
“Ini merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mewujudkan ketahanan yang bisa dilakukan di sekolah,” imbuhnya.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik menjadi modal penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang produktif sekaligus berwawasan lingkungan.
Sementara itu, Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti mengapresiasi implementasi Program SIKAP di SMAN Taruna Nala Jawa Timur. Menurutnya, inovasi tersebut sangat relevan dengan tantangan global, khususnya dalam menjaga stabilitas pangan dan mengendalikan inflasi.
“Ini baru pertama kali saya mengajar di Taruna level SMA seperti ini, saya kagum. Program SIKAP ini sesuai dengan kami bagaimana kita mengantisipasi inflasi dari pangan,” tuturnya.
Destry menambahkan, ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama kedaulatan bangsa selain ketahanan energi serta pertahanan dan keamanan.
“Tiga hal ini menjadi fondasi penting bagi kedaulatan sebuah negara, yaitu ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan pertahanan-keamanan,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala SMAN Taruna Nala Jawa Timur Husnul Chotimah menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Khofifah dan Pejabat Gubernur Sementara BI yang dinilai menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus mengembangkan Program SIKAP.
“Kami merasa termotivasi untuk terus mengembangkan program SIKAP di sekolah kami, Insyaallah kedepan kami terus kembangkan, karena lingkungan itu adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Husnul.
Ia menjelaskan, implementasi Program SIKAP di SMAN Taruna Nala melibatkan seluruh warga sekolah. Lahan yang tersedia dibagi ke dalam sepuluh kelompok yang terdiri atas guru, tenaga kependidikan, siswa, serta unsur TNI Angkatan Laut untuk mengembangkan berbagai inovasi budidaya tanaman dan perikanan.
Setiap kelompok nantinya akan mempresentasikan hasil pengembangan lahan yang dikelola sebagai bentuk evaluasi sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru dalam mendukung keberhasilan Program SIKAP.
“Rencananya akan dilombakan masing-masing kelompok mempresentasikan before after ketika mereka mengembangkan program sikap di SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur, tergantung kepada inisiasi dan inovasi dari bapak ibu guru karena inovasinya sendiri itu juga dilombakan,” pungkasnya. (SUG)

See also  Peringatan Kenaikan Yesus Kristus, Gubernur Khofifah Ajak Warga Jaga Kerukuna