PendidikanUmum

Gubernur Khofifah Hadiri Tabligh Akbar IGIC 2026 Bersama Menag, Perkuat Diplomasi Keagamaan Indonesia

230
×

Gubernur Khofifah Hadiri Tabligh Akbar IGIC 2026 Bersama Menag, Perkuat Diplomasi Keagamaan Indonesia

Share this article

LITERASIKU.IDSURABAYA, 4 AGUSTUS 2026– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. KH. Nasaruddin Umar menghadiri Tabligh Akbar Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Minggu (2/8).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju penyelenggaraan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang akan digelar di Jakarta dan Palembang pada September mendatang, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban, diplomasi keagamaan, dan perdamaian dunia.

Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama RI atas kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Timur sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan Bridging to IGIC 2026.

Menurut Khofifah, kepercayaan tersebut merupakan pengakuan atas posisi strategis Jawa Timur sebagai pusat pendidikan Islam, basis pesantren dan santri terbesar di Indonesia, sekaligus daerah yang selama ini konsisten membangun kehidupan beragama yang moderat, inklusif, harmonis, dan penuh toleransi.

“Kepercayaan ini menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi Jawa Timur untuk terus menghadirkan praktik kehidupan beragama yang damai, inklusif, dan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat dunia,” ujarnya.

Ia menilai pemilihan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna strategis. Selain menjadi ikon kebanggaan masyarakat Jawa Timur, masjid tersebut berkembang sebagai pusat ibadah, pendidikan, pemberdayaan umat, dan syiar Islam yang menebarkan nilai-nilai kesejukan, toleransi, serta kemaslahatan.

Khofifah mengatakan, tema IGIC 2026, _”Mosque Harmony, Religious Diplomacy and Global Peace”_, menegaskan bahwa masjid memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat ibadah ritual.

“Masjid pada hakikatnya adalah pusat peradaban yang berfungsi menumbuhkan nilai-nilai kasih sayang, persatuan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga kepedulian sosial,” ujarnya.

See also  Khofifah Paparkan Best Practice Jawa Timur Bangun Kepercayaan Publik di Women’s Leadership Forum 2026

Oleh karena itu, masjid memegang peran vital sebagai ruang diplomasi keagamaan dan penyemaian perdamaian bukan hanya di Indonesia tapi juga dunia secara umum,” terang Khofifah menambahkan.

Lebih lanjut, Khofifah menekankan pentingnya menginternalisasi ajaran Islam yang mengedepankan persaudaraan, perdamaian, dan kemaslahatan sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki modal sosial yang sangat kuat untuk terus menghadirkan wajah Islam yang damai, moderat, inklusif, dan rahmatan lil ‘alamin.

“Dengan jumlah umat muslim terbesar di tengah masyarakat yang majemuk, kita memiliki modal sosial yang sangat kuat untuk menghadirkan wajah Islam yang damai, inklusif, dan rahmatan lil ‘alamin,” ucapnya optimis.

Menurut Khofifah, diplomasi keagamaan menjadi salah satu instrumen penting dalam menjawab berbagai tantangan global, termasuk konflik, polarisasi, dan krisis kemanusiaan yang masih terjadi di berbagai belahan dunia.

Ia menilai, penyelenggaraan IGIC 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan kesepahaman bersama, tetapi juga melahirkan jejaring kolaborasi konkret antarimam masjid, ulama, dan tokoh agama dari berbagai negara dalam memperkuat moderasi beragama serta memperluas kerja sama untuk menciptakan perdamaian dunia.

“Bersama kita berharap agar kegiatan ini nantinya dapat melahirkan jejaring kolaborasi konkret antarimam masjid dan tokoh agama dunia dalam memperkuat moderasi beragama,” harapnya.

Di akhir, Gubernur Khofifah mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Jawa Timur sebagai bagian dari gerakan menyebarkan pesan perdamaian kepada dunia.

“Dari Jawa Timur, mari kita kirimkan pesan kepada dunia bahwa keberagaman adalah anugerah yang harus dirawat, dialog adalah jalan menuju persaudaraan, dan perdamaian adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menyampaikan bahwa penyelenggaraan IGIC 2026 menjadi bukti meningkatnya perhatian dunia terhadap praktik Islam moderat yang berkembang di Indonesia.

See also  Gubernur Khofifah Terima Wang Lutong, Akselerasi Kolaborasi Industri dan Teknologi Hijau

Menag Nasaruddin menambahkan, Indonesia dinilai berhasil menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat, pendidikan, pelayanan sosial, dan penguatan kehidupan masyarakat.

“Insya Allah sebentar lagi kita akan kedatangan tamu-tamu terhormat. Mari kita fungsikan masjid-masjid kita sebagai contoh bahwa Masjid memberdayakan umat. Inilah yang dikagumi oleh dunia kepada kita semua,” terangnya.

Nasaruddin mengungkapkan, International Grand Imams Conference 2026 direncanakan dihadiri hampir 400 imam besar dari berbagai negara, termasuk Grand Syeikh Al-Azhar. Kehadiran para pemimpin agama tersebut diharapkan menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat kolaborasi global dalam membangun perdamaian. (CLA)