PemerintahanPendidikan

Pelantikan 128 Kepala Sekolah, Khofifah: Pemimpin Pendidikan Harus Inovatif dan Adaptif

319
×

Pelantikan 128 Kepala Sekolah, Khofifah: Pemimpin Pendidikan Harus Inovatif dan Adaptif

Share this article
Dok : Istimewa

LITERASIKU.IDSurabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik dan mengambil sumpah jabatan 128 Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SLB Negeri di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Rabu (25/3).

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah memimpin doa bersama agar para kepala sekolah yang dilantik mampu menjalankan amanah sebagai pemimpin yang inovatif serta melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing.
“Kami mendoakan agar Bapak dan Ibu Kepala Sekolah yang baru saja dilantik dapat menjadi pemimpin yang amanah dan inovatif, sehingga mampu melahirkan para murid yang sukses dan unggul,” ujar Khofifah.
Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 800/1008/204/2026 tentang Pengangkatan Guru sebagai Kepala Sekolah yang ditetapkan pada 9 Maret 2026 di Surabaya. Momentum tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat kepemimpinan satuan pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Timur.
Khofifah menegaskan, kepala sekolah memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi menuju visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kewenangan yang dimiliki kepala sekolah dalam mengelola sumber daya manusia di lingkungan pendidikan akan sangat menentukan lahirnya generasi unggul di masa depan.
“Ini bukan sekadar jabatan struktural, tetapi amanah besar untuk menyiapkan generasi masa depan yang berkarakter dan siap menghadapi tantangan global,” tegasnya.
Lebih lanjut, Khofifah menekankan pentingnya kepemimpinan yang inovatif, adaptif, dan mampu menjadi teladan. Kepala sekolah diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga responsif terhadap perubahan dan mampu mengelola potensi sekolah secara efektif.
Dalam penguatan ekosistem pendidikan, ia juga mendorong sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan industri. Kemitraan tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas serta daya saing lulusan.
“Bangun sinergi, kolaborasi, dan koordinasi sebaik mungkin. Kemitraan dengan dunia usaha dan industri menjadi kunci,” ujarnya.
Selain itu, Khofifah mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif. Ia menegaskan tidak boleh ada ruang bagi perundungan maupun kekerasan di lingkungan pendidikan.
“Pendidikan adalah ruang pertumbuhan, bukan ruang hukuman. Hindari pendekatan kekerasan dalam menyelesaikan persoalan,” pesannya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjut Khofifah, terus memperkuat pembinaan manajemen pendidikan melalui penataan, mutasi, dan promosi kepala sekolah secara terencana dan terukur sebagai bagian dari dinamika organisasi yang sehat.
Menutup sambutannya, Khofifah mengajak seluruh insan pendidikan menjaga capaian prestasi sekaligus memperkuat harmoni di lingkungan sekolah. Ia juga menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh yang hadir.
“Semoga kita semua diberikan kekuatan, kesabaran, dan keberkahan dalam menjalankan amanah ini, serta terus menjaga dan meningkatkan prestasi pendidikan Jawa Timur,” pungkasnya. (UTS)

See also  Luhut Buka Suara Soal Izin Bandara IMIP Morowali Hanya untuk Domestik