Umum

Uji Coba Rudal Hwasong-11, Korut Perkuat Strategi Serangan Area

296
×

Uji Coba Rudal Hwasong-11, Korut Perkuat Strategi Serangan Area

Share this article
http://kcna.kp/

LITERASIKU.ID – PYONGYANG, 20 April 2026 – Korea Utara kembali memicu ketegangan kawasan setelah menembakkan lima rudal balistik jarak pendek jenis Hwasong-11 dalam uji coba terbaru yang diawasi langsung oleh pemimpinnya, Kim Jong Un.

Berdasarkan laporan media pemerintah Korea Utara, uji coba tersebut dilakukan dari wilayah pesisir timur dekat Sinpo dengan sasaran area target di laut sejauh sekitar 136 kilometer. Peluncuran ini merupakan bagian dari pengujian kemampuan hulu ledak baru yang dipasang pada rudal tersebut.

Rudal yang digunakan merupakan varian Hwasong-11, yakni rudal balistik taktis berbahan bakar padat yang dikenal memiliki kemampuan manuver tinggi dan sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara.

Dalam uji coba ini, Korea Utara mengklaim rudal dilengkapi hulu ledak bom klaster dan ranjau fragmentasi yang mampu menghantam area luas secara bersamaan. Sistem tersebut disebut mampu menyapu area sekitar 12 hingga 13 hektare, menunjukkan kemampuan serangan “area suppression” atau penekanan wilayah secara intensif.

Uji coba ini menjadi peluncuran rudal keempat sepanjang April dan ketujuh sejak awal 2026, menandakan peningkatan aktivitas militer Pyongyang di tengah ketegangan geopolitik global.

Kim Jong Un disebut menyatakan kepuasan atas hasil uji coba tersebut dan mendorong pengembangan lanjutan teknologi persenjataan guna meningkatkan kesiapan tempur militer negara itu.

Sementara itu, Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat mengecam peluncuran tersebut sebagai provokasi dan pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB. Ketiga negara juga meningkatkan koordinasi pertahanan dan pemantauan terhadap aktivitas militer Korea Utara.

Analis menilai pengembangan rudal Hwasong-11 dengan hulu ledak klaster menunjukkan upaya Korea Utara meningkatkan efektivitas serangan terhadap target militer seperti pangkalan udara, fasilitas logistik, dan konsentrasi pasukan dalam satu waktu.

See also  Rp 2 Triliun Diincar! Indonesia Buka Keran Investasi Laut Terbesar Tahun Ini

Langkah ini juga dipandang sebagai bagian dari strategi modernisasi militer Pyongyang, termasuk pengembangan rudal hipersonik dan sistem peluncuran dari kapal selam, guna menghadapi sistem pertahanan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Asia Timur.

Ketegangan di Semenanjung Korea pun diperkirakan akan terus meningkat seiring intensitas uji coba senjata Korea Utara yang kian agresif dalam beberapa bulan terakhir. (IRW)